kisahku...
sekali lagi dan kini ku hanya bisa menjaga perasaan hatiku tuk tidak terlalu cinta kepada dirimu. sebab bila ku terlalu cinta kepadamu , aku sudah memprediksikan bahwa mencitaimu terlalu dalam bisa membunuh diriku secara perlahan lahan ....
memang ku akui ku masih sayang padamu....
biarlah hatiuku ini tersiksa oleh sikapmu....
birarlah perasaanku ini ku lukiskan dalam mimpiku..
biarlah rasa tuk memilikimu ku simpan dalam cerita tidurku...
biarlah semua deritaku ku tanggung sampai kau tahu isi hatiku
kini ku jalani semua .....
lanjtuan sepercik harapan 4
kini ku makin mengerti siapa dirimu..kini ku makin paham semua sikapmu..kini ku makin tahu semua sifatmu....dan kini ku makin sadar siapa diriku....tapi, kenapa, kenapa dan kenapa kau selalu memposisikan aku sebagai kekasihmu...pernah saat ku bercerita sesuatu tentang diriku kepada temanmu, dan kau mendengarnya kau selalu merasa kau kecewa, sebut saja kau cemburu. padahal aku tak bermaksud...dan lagian pun aku pun juga tak da rasa dengan temanmu...tapi kenapa kenapa... kau berbuat serta bersikap itu padaku.
tahukah kau sikap mu yang seperti itu sangat mempengaruhi hatikku untk membuka hatiku menerima datangnya cinta....
karena mu....
argh,,,,, kenapa kenapa kau selalu mempermainkan hatiku........
lanjutan sepercik harapan 3
setelah sekian lama , ternyata kau putus juga dengannya....hm.... pi itu sedikit membuatku senang..... tetap saja ku masih menjaga hatiku tuk tak jatuh cinta lagi kepadamu..pershabatan pun berlanjut.. dan ku semakin kenal siapa dirimu...
kau mungkin juga begitu...
tapi, , , , ,
pernah da suatu kisah dimana kau sangat membenci diriku.
sedangkan aku sendiri tidak tahu masalahnya...
kau membenci diriku, dan yang kurasakan saat itu adalah rasa benci yang hanya untuk pacar, bukan sahabat.
tpi,,, kenapa rasa benci terhadap pacar , kau imbaskan kepada diriku... padahal aku kan sahabatmu...
pernyataan mu yang selalu setengah setengah pun selalu membuat diriku bingung.
pernah kau bilang padaku bahwa kau mendengar sesuatu yang buruk tentang diriku... dari temanmu.
tapi , kenapa tak kau ceritakan , kenapa hanya setengah saja, kenapa selalu setengah setengah ,,,
malah yang ada kau membenciku seolah rasa benci itu penghianatan seorang kekasih..
sekali lagi aku kan bukan kekasihmu...
ku akui aku memang bukanlah manusia sempurna yang tak lepas dari kesalahan serta dosa.
ku hanyalah manusia biasa ...
tapi, tapi,, kenapa kau selalu memposisikan aku sebagai kekasihmu...
sekali lagi, bila ku salah tolong ceritakan kesalahanku itu padaku, agar aku bisa memperbaikinya hingga tak terulang kembali.
tapi tetap saja hanya setengah yang ku dengar darimu,.,.,